Yang
kami hormati Pak SBY,
Friday, September 6, 2013
Monday, September 2, 2013
Missworld? So What? #end
Kemarin ketiduran. Yaudah, sekarang gue mau bahas
dari sudut pandang agama.. Karena gue
muslim, jadi gue berbicara sesuai kompetensi gue .
Well, to the point aja. Missworld ini sudah jelas bertentangan dengan
nilai –nilai agama Islam, yang juga sebagai agama mayoritas di Indonesia. Tidak
terlihatnya gerak penolakan dari elemen bangsa ini dikhawatirkan menimbulkan
kesan penerimaan masyarakat muslim Indonesia terhadap missworld. Ini juga akan
menimbulkan efek permisif terhadap Indonesia kedepannya juga bagi negara-negara
muslim di belahan dunia yang lain terhadap ajang serupa. Bahaya sob. Ini gue
kasih aturan baku dari Tuhan yang setiap ayatnya gue pegang sebagai undang-undang
tertinggi dalam kehidupan.
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan
perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka
menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya
kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau
putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara
laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera
saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang
mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan
(terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…”
(An-Nur:31).
Pantas saja. Menanggapi isu akan diselenggarakannya
Missworld di Indonesia, belum lama ini Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan
Fatwa penolakan. Gabungan ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah,
Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jabar, Hizbut Tahrir Indonesia
(HTI), Syarikat Islam (SI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Mat’la Anwar juga telah menyatakan sikap terhadap penolakan
missworld. Dari kalangan Mahasiswa, Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus
se-indonesia (FSLDK Indonesia) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim (KAMMI) juga turut
aktif dalam menyuarakan penolakan terhadap penyelenggaraan missworld di
Indonesia.
Iyalah. Mau taruh dimana nih “muka” umat Islam kalau
tersiar kabar di dunia, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar telah menyetujui
ajang missworld yang jelas-jelas mempertontonkan aurat wanita. Bukankah
memperlihatkan aurat sama dengan merendahkan izzah (kemuliaan) wanita itu
sendiri. Lalu dimana ulama-ulama kita? Lalu dimana agama ini kita letakkan?
Lalu bagaimana nanti kita bersaksi dihadapan Tuhan? Bukankah laknat terhadap
bani israil dijatuhkan karena mereka meninggalkan kewajiban beramar ma’ruf nahi
munkar? Cukuplah ayat-ayat Tuhan menjadi pembelajaran buat kita bahwa setiap
tindak kerusakan harus dicegah, dan kebenaran harus diungkap semampu yang bisa
kita lakukan. Kalau pemerintah tidak menolak, setidaknya umat Muslim
tak menerima. Deal? #TolakMissWorld
Missworld? so what? #1
Missworld 2013. Setelah muter-muter ke beberapa negara,
ajang kontes kecantikan yang “mendunia” ini akhirnya singgah juga ke Indonesia.
Merespon hal ini ternyata masyarakat indonesia tidak sampai pada satu
kesimpulan yang senada..seperti Lady Gaga, Metallica, dan ikon-ikon
entertainment barat lain yang ingin show up di negeri ini, kehadiran Missworld
di indonesia juga menuai Pro dan Kontra.
Gue lihat sih missworld ini ibarat “western food” yang sudah
siap disuguhkan ke meja makan masyarakat Indonesia. Nah, namanya juga suguhan,
ya responnya juga macem-macem. Ada yang disuguhkan, langsung dimakan tanpa
pikir dua kali. Ada yang ketika disuguhkan mikir-mikir dulu lalu ikutan makan. Ada
yang makannya malu-malu, ada yang rakus juga makan lahap gak liat kanan kiri
(kayak mau nyebrang jalan aja pake liat kanan kiri :D) . Tapi ada juga yang gak
mau makan sama sekali. Ada yang makan diem-diem, sama seperti yang gak makan
juga ada yang diem-diem. Tapi ada yang makan ngajak-ngajak orang lain. Yang gak
mau makan juga sama, ada yang ngajak-ngajak orang supaya gak ikutan makan. Nah
loh, sob. Posisi lu ada di mana? :D Kalau gue ada di bagian yang ngajak-ngajak.
Nah, gue pro atau kontra lu bisa simpulin sendiri dari tulisan ini.
Mesir dan Sebuah Kesaksian
August 21, 2013 at 11:39pm
Sebelum masehi, Fir’aun membunuhi setiap nyawa yang lahir...
Apa bedanya kini?
Ada..ada bedanya...
dulu Fir’aun hanya membunuh lelaki
Kini, lelaki, wanita, tua, muda semua mati oleh tirani..
Dan dimana Musa sang pembela... Kamukah Musa?
Setiap tetes darah yang bersimbah di bumi kinanah...
Adalah saksi atas merahnya keberanian yang memenuhi setiap nadi rakyat mesir
Setiap kafan yang membungkus jasad terbujur berjajar...
Adalah bukti kesungguhan juang yang berpuncak paling tinggi!
Kudeta militer, adalah bahasa paling vulgar dalam kamus demokrasi..
Pembantaian adalah bahasa paling sarkas dalam kamus kemanusiaan..
“Kudeta dan pembantaian”...ah...
Kedua kata itu sudah lama hilang dari berlembar-lembar kamus perdamaian kami...
Dan tak pantas ada lagi kecuali menjadi aib dunia...
Menjadikan dunia sesak sesal sesat...
Sesak karena mata melihat, namun mulut tersumpal dan telinga tersumbat dari kebenaran
sesal bahwa “kudeta dan pembantaian” terjadi tepat di depan hidungnya...
sesat karena satu dua nyawa berharga,kini ribuan tiada...dan dunia tak melakukan apa-apa
Tidak cukup mengherankan jika ada makhluk berakal yang berkoar ini hanyalah isu politik..
Kami pun mengerti jika ada makhluk bernurani yang berteriak ini hanyalah isu agama...
Karena bumi ini pun masih menyisakan makhluk tak berakal dan tak bernurani, pongah dan berselebrasi...
Namun syukur bersambut..
bumi pun masih mewariskan manusia berperangkat akal dan nurani,
hingga bertumbuhlah rasa empati atas isu kemanusiaan ini..
Kami bersaksi atas negeri di sepanjang sungai Nil
Bahwa telah ternoda kain putih perdamaian yang selama ini kami jaga
Kami pun akan terus bersuara atas nama akal,nurani,empati dan Demi Zat Yang Menciptakan Bumi Kinanah!
akan datang saatnya dimana diam berarti pengkhianatan
Khairil Azhar_Medan_IPB_Bunga Sastra
----------------------
#SyairuntukMesir
#PrayforEgypt
#SaveEgypt
Monday, August 26, 2013
Di Jalan ini Perjuangan Bermuara
Ini tentang jalan dakwah...
Jalan yang dari setiap sisinya terajut benang merah dari dunia
hingga ke surga...
Jalan yang kian terasing dari lingkar kehidupan manusia
padahal tertaburi do’a do’a penghuni langit..
Dari sinilah perjuangan bermuara..
Totalitas amal yang berjalan beriringan dengan niat bersayap
..
Sayap niat yang terpatahkan oleh ujub dan riya akan mati
berkalang dunia..
Sayap niat yang kokoh berbalur kesucian seyogianya terbang ke langit menyentuh arsy..
Lantas di belahan dunia mana kisah perjuangan ini bermula?
TakdirNya menggariskan cerita di sepenggal firdaus dunia
bernama Indonesia...
Seketika terbayang wajah-wajah terbakar di rohingya dan rabi’ah
al adawiyah..
Seketika pula terlintas sosok putra-putra gaza dan damaskus memanggul senjata, bernapas di tengah
debu medan pertempuran...
Ujian yang sungguh berbeda..
Di tanah mereka, ujian berupa peluru tajam yang membuat awas
setiap mata..
Di tanahku, ujian justru datang dari angin sepoi yang membuai
setiap mata..
Di tanah mereka, hingar bingar ledakan yang berbaur dengan
isak tangisan adalah ujian...
Di tanahku, justru ujian datang dari hujan yang menelusup
sejuk hingga jiwa menjadi lalai..
Di tanah mereka, musuh begitu jelas berdiri membidik nyawa...
Di tanah ku, tidak jelas siapa musuh siapa kolega...
Waktu yang tersisa menuntut mereka bertahan dimana aku masih
berupaya untuk bangkit...
Medan yang berbeda dengan kadar pengorbanan yang jauh dari
sama...
Malas, lalai, cengeng dan kelemahan lainnya hanya akan
membuatku semakin malu...
Malu pada Palestina, Suriah, Mesir, dan Rohingya..
yang darinya terbingkai galeri kepahlawanan yang menghiasi
setiap jengkal perjalanan dakwah ini!
Pena telah terangkat dan sudah tetap keputusan..
Di jalan dakwah ini langkah terjejak bergerak menemukan
tujuannya...
dakwah ini akan menuntut segala dari pelakunya,ini pun telah
dipahami,
bahkan sebelum keputusan terputuskan, semuanya telah terang purnama.
Inilah jalanku!
Sunday, August 18, 2013
Sepenggal Hari Bersama Mesir
Sudah di kamar, tapi
mata belum jinak..malah jari tambah liar pengen nulis...
Akhirnya tertuanglah
isi kepalaku tentang kejadian beberapa hari yang lalu...
Kudeta militer yang
memaksa presiden terpilih Mesir, DR. Muhammad Mursi, turun dari panggung
pemerintahan telah memicu reaksi masyarakat pendukungnya.Jutaan rakyat mesir
turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi di berbagai daerah. Pilunya, aksi
damai ini direspon secara represif oleh militer dan terjadilah adegan
pembantaian massal yang membuat mata dunia terbelalak (meski dengan mulut tersumpal
dan telinga rapat tersumbat). Ribuan nyawa meregang beserta darah yang tertumpah di bumi kinanah. Astaghfirullah...
Namun sayangnya berita
meninggalnya ribuan manusia di Mesir tak seheboh meninggalnya 4 orang di
Boston. Sepi pemberitaan, tak satupun stasiun televisi yang bersemangat
menayangkan tragedi kemanusiaan ini meskipun setiap menitnya jatuh korban baru.
Media mainstream saat ini lebih
tertarik pada kasus pembunuhan seorang manajer cantik, kasus curanmor, kasus
pemerkosaan, dan kasus-kasus sempalan lainnya. Kalau pun ada ditayangkan
sesekali dengan pengaburan opini. Akibat bungkamnya media mainstream ini sebagia besar masyarakat tak terbuka wawasannya,
hingga tak tumbuh kepeduliannya. Padahal kepedulian itu adalah simbol kebesaran
suatu bangsa.
Thursday, July 4, 2013
Pendakian Ke Puncak Gunung Pangrango
Benar-benar bersyukur atas terkabulkannya satu lagi
cita-cita. Ya, menikmati panorama puncak gunung adalah cita-cita yang terlintas
sejak berada di kampus. Kemarin, 02-03 Juli 2013 bertepatan dengan hari Selasa
dan Rabu, aku bersama tiga saudara seperjuangan berhasil menjejakkan kaki
dengan gaya SUPERLAKI ke puncak Gunung Pangrango :D
Berangkat pukul 11 pagi Perjalanan kami tempuh selama 3,5
jam hingga sampai ke Camping Ground “Kandang Badak”. Areal lapang yang
ditumbuhi beraneka ragam pepohonan ini diselingi dengan tenda warna-warni para
pendaki. Mereka sibuk dengan beragam aktivitas. Sibuk mendirikan tenda, sibuk
masak, sibuk bercengkrama, sibuk tidur-tiduran, dan seterusnya. Suasananya di
Kandang Badak memang pas untuk berkemah, di samping lahan datar yang cukup
luas, udara yang sejuk khas pegunungan, tempat ini diperindah dengan anggrek
Dendrobium liar berwarna ungu yang tumbuh di sela-sela pepohonan. Masya Allah
indah sekali ciptaan Mu ya Rabb.
Sedangkan kami turut pula mendirikan tenda di sana. Setelah
beribadah dan makan malam, kami beristirahat dan melanjutkan pendakian ke
puncak Pangrango pukul 3 pagi. Mengejar Sunrise.
Areal menuju Puncak Pangrango memang terbilang cukup
menantang. Jalur pendakian berupa jalan tanah setapak. Sesekali, atau bahkan
seringkali akan ditemukan rintangan menghadang #eaa. Entah berupa pohon tumbang
melintang, akar pohon menutup jalan, batu dan jurang di sekeliling jalur pendakian,
dan seterusnya. Yang jelas semakin besar rintangannya, semakin besar energi
yang di keluarkan, semakin besar pula tingkat kepuasan ketika sampai di
puncaknya. Beneran.
Setelah mempuh perjalanan 3 jam dibantu penerangan
headlamp bersama cahaya bulan dari balik tajuk pepohonan, akhirnya kami tiba di
puncak pangrango. Rasa syukur membuncah berpadu dengan kekaguman atas keindahan
ciptaanNya. Di puncak Pangrango terlihat jelas puncak Gunung Gede menghijau membelah
awan. Angin pegunungan mengalirkan udara yang sangat dingin namun segar. Jika
beruntung saat kabut tak turun, panorama sunrise turut menjadi penawar otot dan sendi yang
lelah . Semburat orange yang muncul dari
balik awan membentuk bola sempurna itu merupakan view puncak gunung yang selalu
memukau.
Turun sedikit sekitar 10 menit dari puncak Gunung Pangrango ada
hamparan indah yang ditumbuhi rumpun-rumpun Edelweis bernama Mandalawangi.
Alhamdulillah pendakian kami bertepatan dengan mekarnya kuntum-kuntum edelweis...
rumpun-rumpun hijau bermahkota kuning itu menghampar luas di mana-mana.... Subhanallah
begitu indah ciptaanNya, tentu tak tertandingi keindahan rupaNya...
Puas menikmati panorama yang tersaji di puncak Gunung Pangrango,
kami pun turun. Perjalanan mendaki Gunung sarat dengan pengalaman berharga. Si
kurang penyabar tidak akan pernah sampai ke pumcak gunung..karena perjalanan
ini terasa seperti mendaki jalan yang tiada ujungnya. Padahal areal semakin
terjal, napas semakin tersengal, pertanda bahwa puncak gunung semakin mendekat.
Bersabarlah dan tetap bersemangatlah para PENDAKI!!! Setinggi-tingginya Gunung,
pastilah Lebih tinggi Lutut KAU!! Allahuakbar!!
Subscribe to:
Posts (Atom)


