Sepertiga malam. Gemericik air kran memecah keheningan. Seperti biasa, Zaid terjaga kemudian bergegas mengambil wudhu. Dinginnya udara selepas hujan deras yang mengguyur bumi tadi malam, senada dengan yang ia rasakan tatkala air menyentuh permukaan kulitnya. Inilah Zaid. Dia benar-benar menyempurnakan wudhunya. Sambil berharap semua dosa keluar dari jasad hingga dari ujung kuku-kukunya1).
Kaki kanan mendahului keluarnya Zaid dari kamar mandi. Setelah mengeringkan wajah, ia membentangkan sajadah merahnya, meneduhkan hati, seraya mengangkat takbir membesarkan Allah Azza wa Jalla. Dalam do’a iftitah yang ia panjatkan, Zaid merasakan betul ada kedamaian yang merasuk ke dalam hatinya.
