Monday, September 2, 2013

Mesir dan Sebuah Kesaksian


August 21, 2013 at 11:39pm
 
Lihat derita manusia di bumi kinanah...
Sebelum masehi,  Fir’aun membunuhi setiap nyawa yang lahir...
Apa bedanya kini?
Ada..ada bedanya...
dulu Fir’aun hanya membunuh lelaki
Kini, lelaki, wanita, tua, muda semua mati oleh tirani..
Dan dimana Musa sang pembela... Kamukah Musa?

Setiap tetes darah yang bersimbah di bumi kinanah...
Adalah saksi atas merahnya keberanian yang memenuhi setiap nadi rakyat mesir
Setiap kafan yang membungkus jasad terbujur berjajar...
Adalah bukti kesungguhan juang yang berpuncak paling tinggi!

Kudeta militer, adalah bahasa paling vulgar dalam kamus demokrasi..
Pembantaian  adalah bahasa paling sarkas dalam kamus kemanusiaan..
“Kudeta dan pembantaian”...ah...
Kedua kata itu sudah lama hilang dari berlembar-lembar kamus perdamaian kami...
Dan tak pantas ada lagi kecuali menjadi aib dunia...
Menjadikan dunia sesak sesal sesat...
Sesak karena mata melihat, namun mulut tersumpal dan telinga tersumbat dari kebenaran
sesal bahwa “kudeta dan pembantaian” terjadi tepat di depan hidungnya...
sesat karena  satu dua nyawa  berharga,kini ribuan tiada...dan dunia tak melakukan apa-apa

Tidak cukup mengherankan jika ada makhluk berakal yang berkoar ini hanyalah isu politik..
Kami pun mengerti jika ada makhluk bernurani yang berteriak ini hanyalah isu agama...
Karena bumi ini pun masih menyisakan makhluk tak berakal dan tak bernurani, pongah dan berselebrasi...
Namun syukur bersambut..
bumi pun masih mewariskan manusia berperangkat akal dan nurani,
hingga bertumbuhlah rasa empati atas isu kemanusiaan ini..

Kami bersaksi atas negeri di sepanjang sungai Nil
Bahwa telah ternoda kain putih perdamaian yang selama ini kami jaga
Kami pun akan terus bersuara atas nama akal,nurani,empati dan Demi Zat Yang Menciptakan Bumi Kinanah!
akan datang saatnya dimana diam berarti pengkhianatan

Khairil Azhar_Medan_IPB_Bunga Sastra

----------------------
#SyairuntukMesir
#PrayforEgypt
#SaveEgypt

Monday, August 26, 2013

Di Jalan ini Perjuangan Bermuara



Ini tentang jalan dakwah...
Jalan yang dari setiap sisinya terajut benang merah dari dunia hingga ke surga...
Jalan yang kian terasing dari lingkar kehidupan manusia padahal tertaburi do’a do’a penghuni langit..
Dari sinilah perjuangan bermuara..
Totalitas amal yang berjalan beriringan dengan niat bersayap ..
Sayap niat yang terpatahkan oleh ujub dan riya akan mati berkalang dunia..
Sayap niat yang kokoh berbalur kesucian seyogianya  terbang ke langit menyentuh arsy..

Lantas di belahan dunia mana kisah perjuangan ini bermula?
TakdirNya menggariskan cerita di sepenggal firdaus dunia bernama Indonesia...
Seketika terbayang wajah-wajah terbakar di rohingya dan rabi’ah al adawiyah..
Seketika pula terlintas sosok putra-putra gaza dan  damaskus memanggul senjata, bernapas di tengah debu medan pertempuran...
Ujian yang sungguh berbeda..

Di tanah mereka, ujian berupa peluru tajam yang membuat awas setiap mata..
Di tanahku, ujian justru datang dari angin sepoi yang membuai setiap mata..
Di tanah mereka, hingar bingar ledakan yang berbaur dengan isak tangisan adalah ujian...
Di tanahku, justru ujian datang dari hujan yang menelusup sejuk hingga jiwa menjadi lalai..
Di tanah mereka, musuh begitu jelas berdiri membidik nyawa...
Di tanah ku, tidak jelas siapa musuh siapa kolega...
Waktu yang tersisa menuntut mereka bertahan dimana aku masih berupaya untuk bangkit...
Medan yang berbeda dengan kadar pengorbanan yang jauh dari sama...
Malas, lalai, cengeng dan kelemahan lainnya hanya akan membuatku semakin malu...
Malu pada Palestina, Suriah, Mesir, dan Rohingya..
yang darinya terbingkai galeri kepahlawanan yang menghiasi setiap jengkal perjalanan dakwah ini!

Pena telah terangkat dan sudah  tetap keputusan..
Di jalan dakwah ini langkah terjejak bergerak menemukan tujuannya...
dakwah ini akan menuntut segala dari pelakunya,ini pun telah dipahami,
 bahkan sebelum  keputusan terputuskan, semuanya telah terang purnama.
Inilah jalanku!


Sunday, August 18, 2013

Sepenggal Hari Bersama Mesir



Tiba pukul 23.22 WIB dan aku harus menggedor2 pintu kosan agar penjaga mendengar. Membukakanku pintu sambil terhuyung-huyung. sepertinya aa penjaga kosan memang baru saja terlelap. Aku sambil mengucapkan maaf plus terima kasih ngeloyor masuk sambil tersenyum janggal. Pertama karena kasihan lihat si aa terganggu istirahatnya, kedua karena di peraturan kos harusnya gerbang ditutup pukul 00.00 WIB, ketiga adegan ini sering terulang. Hmmm..Tersenyum janggal lagi.



Sudah di kamar, tapi mata belum jinak..malah jari tambah liar pengen nulis...

Akhirnya tertuanglah isi kepalaku tentang kejadian beberapa hari yang lalu...
Kudeta militer yang memaksa presiden terpilih Mesir, DR. Muhammad Mursi, turun dari panggung pemerintahan telah memicu reaksi masyarakat pendukungnya.Jutaan rakyat mesir turun ke jalan melakukan aksi demonstrasi di berbagai daerah. Pilunya, aksi damai ini direspon secara represif oleh militer dan terjadilah adegan pembantaian massal yang membuat mata dunia terbelalak (meski dengan mulut tersumpal dan telinga rapat tersumbat). Ribuan nyawa meregang beserta darah yang  tertumpah di bumi kinanah. Astaghfirullah...

Namun sayangnya berita meninggalnya ribuan manusia di Mesir tak seheboh meninggalnya 4 orang di Boston. Sepi pemberitaan, tak satupun stasiun televisi yang bersemangat menayangkan tragedi kemanusiaan ini meskipun setiap menitnya jatuh korban baru. Media mainstream saat ini lebih tertarik pada kasus pembunuhan seorang manajer cantik, kasus curanmor, kasus pemerkosaan, dan kasus-kasus sempalan lainnya. Kalau pun ada ditayangkan sesekali dengan pengaburan opini. Akibat bungkamnya media mainstream ini sebagia besar masyarakat tak terbuka wawasannya, hingga tak tumbuh kepeduliannya. Padahal kepedulian itu adalah simbol kebesaran suatu bangsa.

Thursday, July 4, 2013

Pendakian Ke Puncak Gunung Pangrango



Benar-benar bersyukur atas terkabulkannya satu lagi cita-cita. Ya, menikmati panorama puncak gunung adalah cita-cita yang terlintas sejak berada di kampus. Kemarin, 02-03 Juli 2013 bertepatan dengan hari Selasa dan Rabu, aku bersama tiga saudara seperjuangan berhasil menjejakkan kaki dengan gaya SUPERLAKI ke puncak Gunung Pangrango :D

Berangkat pukul 11 pagi Perjalanan kami tempuh selama 3,5 jam hingga sampai ke Camping Ground “Kandang Badak”. Areal lapang yang ditumbuhi beraneka ragam pepohonan ini diselingi dengan tenda warna-warni para pendaki. Mereka sibuk dengan beragam aktivitas. Sibuk mendirikan tenda, sibuk masak, sibuk bercengkrama, sibuk tidur-tiduran, dan seterusnya. Suasananya di Kandang Badak memang pas untuk berkemah, di samping lahan datar yang cukup luas, udara yang sejuk khas pegunungan, tempat ini diperindah dengan anggrek Dendrobium liar berwarna ungu yang tumbuh di sela-sela pepohonan. Masya Allah indah sekali ciptaan Mu ya Rabb.

Sedangkan kami turut pula mendirikan tenda di sana. Setelah beribadah dan makan malam, kami beristirahat dan melanjutkan pendakian ke puncak Pangrango pukul 3 pagi. Mengejar Sunrise.
Areal menuju Puncak Pangrango memang terbilang cukup menantang. Jalur pendakian berupa jalan tanah setapak. Sesekali, atau bahkan seringkali akan ditemukan rintangan menghadang #eaa. Entah berupa pohon tumbang melintang, akar pohon menutup jalan, batu dan jurang di sekeliling jalur pendakian, dan seterusnya. Yang jelas semakin besar rintangannya, semakin besar energi yang di keluarkan, semakin besar pula tingkat kepuasan ketika sampai di puncaknya. Beneran.

Setelah mempuh perjalanan 3 jam dibantu penerangan headlamp bersama cahaya bulan dari balik tajuk pepohonan, akhirnya kami tiba di puncak pangrango. Rasa syukur membuncah berpadu dengan kekaguman atas keindahan ciptaanNya. Di puncak Pangrango terlihat jelas puncak Gunung Gede menghijau membelah awan. Angin pegunungan mengalirkan udara yang sangat dingin namun segar. Jika beruntung saat kabut tak turun, panorama sunrise turut menjadi penawar otot dan sendi yang
lelah . Semburat orange yang muncul dari balik awan membentuk bola sempurna itu merupakan view puncak gunung yang selalu memukau.

Turun sedikit sekitar 10 menit dari puncak Gunung Pangrango ada hamparan indah yang ditumbuhi rumpun-rumpun Edelweis bernama Mandalawangi. Alhamdulillah pendakian kami bertepatan dengan mekarnya kuntum-kuntum edelweis... rumpun-rumpun hijau bermahkota kuning itu menghampar luas di mana-mana.... Subhanallah begitu indah ciptaanNya, tentu tak tertandingi keindahan rupaNya...

Puas menikmati panorama yang tersaji di puncak Gunung Pangrango, kami pun turun. Perjalanan mendaki Gunung sarat dengan pengalaman berharga. Si kurang penyabar tidak akan pernah sampai ke pumcak gunung..karena perjalanan ini terasa seperti mendaki jalan yang tiada ujungnya. Padahal areal semakin terjal, napas semakin tersengal, pertanda bahwa puncak gunung semakin mendekat. Bersabarlah dan tetap bersemangatlah para PENDAKI!!! Setinggi-tingginya Gunung, pastilah Lebih tinggi Lutut KAU!! Allahuakbar!!

Wednesday, June 26, 2013

07/04/2013




Dua hari yang lalu bersama teman-teman magang, kami menemukan aliran sungai yang dipenuhi batubara... sungai kecil yang berada di tengah-tengah blok perkebunan sawit. Airnya bening, sejuk, kumpulan ikan-ikan kecil berlarian terlihat jelas.. Di dasar dan pinggiran sungai batu bara berwarna hitam pekat menyembul, jumlahnya banyak sekali, bahkan terhampar seperti lantai. Wah, aku yang sedari lahir baru bisa liat dan pegang batu bara secara langsung  jadi keliatan katroknya... foto-foto..ambil secuil buat dibawa pulang..hahaha.

Indonesia emang kaya. Dan batu bara ini pulalah yang menyebabkan banyak kebun sawit di kalimantan tergusur..huuu (ditakdirkan jadi mahasiswa Agronomi dan Hortikultura, jadi mihak sawit. Coba ditakdirkan jadi anak fakultas kehutanan, pasti gue ikutan teriak, huuuu..sawit ngabisin hutan, tambang apalagi :D :D).

Ya, tapi kita mesti bersyukur. Allah telah anugerahkan batu bara, sawit, dan hutan bagi Indonesia. Pemerintah sudah puter otak rapat sana sini buat aturan biar semuanya bisa balance. Batu bara tergali, sawit tertanam, dan hutan tak punah. Ya, kita yang jadi pelaku harus menghormati aturan-aturan itu. Jangan main belakang untuk saling menggusur. Kalau bahasa kerennya.. ikhtirom terhadap sistem lah ya. Udah gitu aja.

26/03/2013




Menjelang isya untuk Banjar masin dan sekitarnya.
Hampir dua bulan magang di perusahaan ini...Agaknya Rabbku tak hendak membiarkanku hidup sendirian.. Dia mempertemukan ku dengan banyak orang baik.

Di antara sekian banyak orang baik di sini, aku ingin bercerita tentang salah seorang di antaranya. Sebut saja namanya bunga. Eh, gak dink,karena dia laki-laki sebut saja namanya.....hmmm.. Boyman.

 Sukunya jawa, Cuma semenjak menghirup udara di dunia hingga saat ini dia hidup di Pulau Borneo.  Baik sekali, tiap hari dia jadi pengantar jemput dari lahan ke penginapan, sering nginep di rumah, kalau sore ngajakin maen bola bareng, sampe2  beli raket baru barengan untuk duet di lapangan badminton setiap malam rabu dan malam sabtu. Anaknya cerdas, katanya juara 3 di kelasnya. Namun satu kekurangan Boyman ini...jarang  banget solat. Jedyeeer!

Kalau diajak solat, dengan tenang sambil senyum  dia akan langsung jawab “kamu aja”. sedih rasanya melihat boyman yg setiap azan gak bergeming hatinya buat solat. Diajak gak mau. Dipaksa? Jangan. Aku berfikir Boyman orangnya cerdas, yang melakukan sesuatu karena kepahaman, bukan paksaan. Lagian siapa gue maksa-maksa? :D

2 bulan berlalu. Suatu sore boyman melihat-lihat isi laptopku. Sepertinya ia sedang bosan. Cari-cari game gak ketemu. Aku coba perlihatkan padanya Video solat berjamaah yang diimami oleh Syeikh Misy’ari rasyid #Modus. Di video itu Syaikh membacakan surah Fussilat dengan begitu khusyuk hingga seluruh jamaah solat tak mampu menahan tangis. Aku sendiri masih gemetar  meski acap kali melihat video itu. Tapi yang bikin surprise si Boiman matanya berkaca2. Terharu dia. “Kena deh”. Membuat suasana tambah jlebb, aku membaca arti ayatnya untuk boiman. Sampailah di ayat yang ke 20 “Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan”...

Boiman beristighfar.... (masya Allah, ini suasananya haru sekali..beneran)

Langsung terbangun pembicaraan seputar siksa neraka antara kami berdua. Boyman tampak serius sekali mendengar pemaparanku. Sesekali dia menutup muka di tengah2 pembicaraan kami. Pembicaraan berlangsung hingga azan magrib berkumandang.
 Tak patah arang, aku ajak boiman solat, dan dia mau....Alhamdulillah ya Rabb...

Ba’da solat magrib boiman curhat loh. Dia mengaku menyesali atas ketidaksolatannya setelah menginjak SMP. Tapi dia masih meyakini kalau kemalasannya sangat besar dalam menjalankan solat. Aku tak menyalahkannya, malah dia kuberi tantangan...untuk melawan rasa malasnya dibutuhkan kemampuan untuk “memaksakan diri” . Aku tantang selama tiga hari penuh ini  solat 5 waktu “tanpa bolong” buat latian. Dia terima tantanganku...

Alhamdulillah.. semoga tak hanya tiga hari, tapi selamanya hingga akhir hayat..keep spirit and pray for Boiman yang sedang menjalani proses perubahan. (^0^)/

Friday, June 21, 2013

13/02/2013




Brum..brum... alhamdulillah..itu suara mobil Pak Jaka. Aku yang menunggu sejak 10 menitan di depan pos satpam Mes ini sedikit lega karena jemputan sudah datang :D. Pagi ini aku turut apel pagi  bersamanya. Insya Allah akan bertemu dengan banyak orang. Asisten, Mandor, Krani, SKU, de-el-el...kesempatan emas untuk memperluas silaturrahim nih. Konsisten selalu dengan jalan ninjaku “nahnu du’at qobla kulli syai’”.

Tiba di sana, aku diperkenalkan dengan para mandor dan krani. Pada apel inilah disampaikan evaluasi kerja hari kemarin, dan strategi kerja hari ini.. Tak lupa asisten memotivasi para mandor untuk memberikan kinerja terbaiknya. Wejangan yang memotivasi. *alangkah tambah semangatnya andai ditutup dengan takbir “Allahuakbar” !!! 

Rombongan karyawan berangkat ke lahan, aku pun mendapatkan tugas dari Pak Jaka, mengamati dan mencatat proses panen sawit di lapangan... “Siap pak”, jawabku tegas.
Aku diturunkan di tengah kebun. Bersama mandor diajak mengamati para pemanen. Yah, kumulai serang pak Mandor dengan pertanyaan bertubi-tubi #kepo dikit gak apalah :D . “Pak, sistem panennya hanca tetap atau hanca giring pak? kerapatan panennya berapa pak? Satu mandor membawahi berapa tenaga kerja pak? Bapak aslinya mana pak? Anaknya ada berapa pak? Pak? Pak? Pak?” #plakkk
  
Mandor-mandor di sini alhamdulillah friendly semuanya. Enak diajak ngobrol dan sabar dalam menjawab pertanyaan-pertanyaanku #semoga istiqomah dalam kesabaran ya pak ? #plakk.
Eh, ada tamu ternyata. Mobil landcruiser dan xtrada berjajar di Collection Road blok C #ciee udah hapal istilah kebun nih ceritanya :D. Ternyata kebun angsana kedatangan tamu. para Manager dari SoU. Katanya sih mau ngecek kebersihan hancak panen Angsana Estate. Oh, ternyata ini toh yang membuat para mandor HHC (Harap-Harap Cemas) sedari tadi. Ternyata hasil kerjanya bakalan diaudit oleh para pimpinan.

Setelah berkenalan dan briefing, kami pun menelusuri pasar rintis. Tim dibagi menjadi dua, masing-masing mendapat jatah 2 jalur (1 pasar rintis). Awalnya bingung mau ngapain. “apa nih yang bisa dilakuin”, batinku. Ku amatin aja tuh Bapak-bapak yang celingak-celinguk atas-bawah sambil ngiterin pohon sawit. “ngikut ahhh”hehe ..
Yah, inisiatif saja membantu auditor cek berondol di piringan dan buah tinggal. Kalau nggak ketemu tinggal teriak “KOSONG PAAAK”. Eh, ternyata dapet apresiasi dari mereka...Sip dah, di lapangan emank kudu mikir cepet, inisiatif yak.. jangan melulu nunggu instruksi, apalagi kelamar kelemer kayak lemper... HOSH!!
Kejadian seperti ini berlangsung hingga pukul 13.30. hingga aku dilarikan ke penginapan sama pak mandor. Kebetulan perut udah rock ‘n roll feat. Keroncongan. Lapeeer.