Musibah. Sebuah alasan terang bagi seseorang untuk mencicipi pahitnya kesedihan. Harta yang hilang, sanak saudara yang telah tiada, hingga bencana yang tiba-tiba datang mencabut kebahagiaan, seolah membangunkan kita dari mimpi indah yg panjang. Ya, mungkin mimpi adalah analogi yang tepat untuk mewakili proses kehidupan dunia yang melenakan. Layaknya orang yang dipaksa bangun dari tidurnya, keguncangan merupakan sifat manusiawi yang kerap muncul dalam diri seseorang yang terkena musibah. Namun, beruntunglah orang yang ketika tertimpa musibah lantas bersegera menemukan apa yang menjadi peneguh jiwanya.
Wednesday, April 11, 2012
Seni Mencintai…Mencintai Seni…
Hormatku pada langit dunia yang kadang jingga hingga memerah tumpah…
Kadang sumringah biru, kadang murung kelabu…
Hingga hitam legam, yang membuat semua warna dunia tak ada beda dengannya…
bahwa kau adalah pesona karya Tuhan yang membersamai seni…
seni yang memenuhi pelupuk mata…
seni yang menggetarkan lidah untuk memuji Kemahadahsyatan Kuasa-Nya…
Tak berlama-lama denganmu wahai langit…
Ku alihkan pandanganku ke bumi…
Menelisik jauh hingga ke gorong-gorong…
Thursday, April 5, 2012
Tuesday, April 3, 2012
Wednesday, March 7, 2012
Monday, February 13, 2012
Internalisasi Nilai Perjuangan Pahlawan 10 nopember, Madani Indonesiaku!
Seolah sebelum ajal menggerogoti umur mereka, Arek-arek Suroboyo hendak mematrikan slogan kepahlawanan ke dalam jiwa bangsa Indonesia “Merah putih harus berkibar gagah, Bahkan nyawa kami taruhannya!”
Nyawa yang mereka korbankan, dan saya yakin tak sedikit harta yang tergadai. Bahkan di salah satu sekuen yang melatarbelakangi meletusnya tragedi 10 Nopember
Subscribe to:
Posts (Atom)





